Pembahasan Metode Waterfall Untuk Pengembangan Sistem

Posted on

www.kuncikomputer.com – pada kesempatan kali ini saya akan menuliskan tentang metode yang digunakan untuk pengembangan sistem yaitu metode waterfall. metode waterfall merupakan salah satu dari beberapa metode pengembangan sistem yang sering digunakan untuk membuat sistem. biasanya metode pengembangan sistem digunakan untuk proses pembuatan sistem untuk tugas akhir atau skripsi pada jurusan komputer. saya sendiri pernah menggunakan metode waterfall saat membuat laporan di kampus sewaktu saya masih kuliah. oke mending kita langsung saja ke artikel saya tentang Pembahasan Metode Waterfall Untuk Pengembangan Sistem.

seperti biasa sebelum saya menuliskan lebih banyak lagi  tentang artikel saya kali ini, saya sebagai penulis meminita maaf apabila terdapat kesalahan dalam penulisan saya nantinya.

 



Pembahasan Metode Waterfall Untuk Pengembangan Sistem



metode waterfaal

SDLC singkatan system development life cycle atau software development life cycle merupakan proses yang digunakan untuk mengembangkan atau mengubah suatu sistem perangkat lunak atau software dengan model model dan metodolgi yang digunakan oleh orang untuk mengembangkan sistem perangkat lunak sebelumnya berdasarkan best practice (cara cara yang telah diuji dengan baik).

Metode waterfall merupakan Model SDLC yang paling sederhana yang hanya cocok digunakan untuk pengembangan perangkat lunak dengan spesifikasi yang tidak berubah ubah atu kebutuhan user sudah diketahui dengan jelas.

Menurut Rosa A. M. Shalahuddin, Model SDLC dari waterfall atau disebut juga metode air terjun atau model skuensial linier atau alur hidup klasik ( classic life cycle). metode ini mempunyai pendekatan alur hidup perangkat lunak secara sekuensial atau terurut dari analisis, desain, pengodean, pengujian kemudian tahap pendukung support.

  1. analisis merupakan tahap awal dari metode waterfall yang didalmnya adalah proses pengumpulan kebutuhan yang dilakukan secara intensif untuk menspesifikasikan kebutuhan perangkat lunak atau software sesuai dengan kebutuhan user agar user dapat dengan mudah memahami sistem yang akan dibuat. dalam tahap ini di perlukan untuk didokumentasikan.
  2. desain merupakan tahap kedua dari metode waterfall yang didalamnya adalah proses mendesain perangkat lunak termasuk struktur data, arsitektur perangkat lunak, representasi antarmuka dan proses pengodean. pada tahap ini mendesain berdasarkan analisis yang telah dilakukan dan akan dilanjutkan ketahap implementasi menjadi sebuah perangkat lunak. desain perangkat lunak yang dihasilkan perlu didokumentasikan.
  3. pengodean merupakan tahap selanjutnya setelah desain, pada tahap ini proses pembuatan perangkat lunak berdasarkan desain yang telah dibuat, hasil dari tahap ini adalah program komputer sesuai kebutuhan dan desain yang telah dilakukan.
  4. pengujian merupakan tahap menguji sistem yang telah dibuat, untuk meminimalisisr kesalahan dan memastikan keluaran sesuai dengan kebutuhan user. tahap ini menguji sistem secara lojik dan fungsional sistem.
  5. pendukung (support) atau disebut juga pemeliharaan atau maintenance, tahap ini untuk memelihara sistem saat digunakan oleh user. karena sistem dapat berubah setelah terdeteksi kesalahan saat digunakan oleh user, oleh karena itu diperlukan maintenance.

sekian tutorial yang dapat saya berikan kali ini semoga bermanfaat, sekali lagi saya meminta maaf apabila terjadi kesalahan dalam penulisan saya diatas.

Baca Juga :